Koneksi
Antar Materi Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Oleh:
Charles
Tujuan
Pembelajaran Khusus: CGP mampu
menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
·
Buatlah kesimpulan tentang apa yang
dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan
bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan
masyarakat sekitar sekolah.
Ekosistem merupakan
sebuah tata interaksi antara makhluk hidup dan unsur yang tidak hidup dalam
sebuah lingkungan. Sekolah jika diibaratkan
ekosistem adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur
yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling
berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras
dan harmonis. Berikut ini faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah
di antaranya adalah:
1.
Murid
2.
Kepala Sekolah
3.
Guru
4.
Staf/Tenaga Kependidikan
5.
Pengawas Sekolah
6.
Orang Tua
7.
Masyarakat sekitar sekolah
8.
Dinas terkait
9.
Pemerintah Daerah
Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan,
faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan
proses pembelajaran di antaranya adalah:
1.
Keuangan
2.
Sarana dan prasarana
3.
Lingkungan alam
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya
terdapat dua pendekatan dalam pengelolaan aset, yaitu:
- Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Approach) akan memusatkan perhatian kita
pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak berfungsi dengan
baik.
- Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Approach) memusatkan perhatian pada apa yang
berjalan dengan baik, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan
ataupun potensi yang positif.
Green & Haines (2010) menjelaskan
kecenderungan cara pandang yang menggunakan pendekatan berbasis kekurangan
dengan pendekatan berbasis aset:
|
Berbasis
kekurangan/masalah |
Berbasis aset/kekuatan |
|
· Fokus
pada masalah dan isu · Berkutat
pada masalah utama · Mengidetinfikasi
kekurangan · Fokus
mencari bantuan · Merancang
program/proyek untuk menyelesaikan masalah · Mengatur
kelompok yang dapat melaksanakan proyek |
· Fokus
pada aset atau kekuatan · Membayangkan
masa depan · Berfikir
tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan · Merancang
sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan · Melaksanakan
rencana aksi yang sudah diprogramkan. |
Pendekatan
Asset-Based Community Development (ABCD)
Asset-Based Community Development (ABCD) yang selanjutnya akan kita
sebut dengan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA). Pendekatan PKBA
menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang
dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi
lebih berdaya guna. Sebagai seorang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya
harus mampu mengidentifkasi dan mengelola sumber daya/aset yang ada disekitar
sehingga dapat dimanfaat dalam menunjang proses pembelajaran.
Pemetaan Aset sebagai modal utama merupakan salah satu alat yang dapat
membantu menemukenali sumber daya yang menjadi aset sekolah. Berikut ini tujuh
aset / modal: (1) Modal Manusia (2) Modal Sosial, (3) Modal Politik, (4) Modal Agama
dan Budaya, (5) Modal Fisik, (6) Modal Lingkungan/ Alam (7) Modal Finansial.
·
Jelaskan dan berikan contoh bagaimana
hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran
murid menjadi lebih berkualitas.
Sekolah
merupakan sebuah ekosistem Pendidikan yang memiliki interaksi antara faktor
biotik (unsur yang hidup) dan faktor abiotik (unsur yang tidak hidup). Dalam
hal ini ada beberapa factor yang mempengaruhi ekosistem sekolah adalah:
1.
Faktor biotik meliputi segala seuatu berkaitan dengan unsur
yang hidup seperti manusia. Misalnya: murid, kepala sekolah, guru, staf/tenaga
kependidikan, pengawas sekolah, orang tua, masyarakat sekitar sekolah.
2.
Faktor abiotik meliputi segala sesuatu yang berhunbungan
dengan unsur yang tidak hidup seperti keuangan/anggaran, sarana dan prasarana,
dan lingkungan alam.
Beberapa
sumber daya (aset/modal) yang ada di sekolah memiliki kontribusi dan hubungan
untuk membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas apabila
sumber daya dikelola secara tepat dan optimal. Seperti:
|
Modal Manusia |
Modal Sosial |
Modal Politik |
Modal Agama/Budaya |
||
|
Guru yang kreatif,
inovatif, mandiri, berkolaboratif dan berpihak pada murid dapat mendorong
tumbuh kembang murid untuk mengali potensinya. |
Relasi yang baik
dengan instansi/lembaga lain disekitar sekolah dapat menjadi sumber belajar
murid. Kerja sama dengan komunitas belajar, puskesmas, pemdes, dsb. |
Keaktifan guru dalam
komunitas guru seperti KKG/MGMP dapat membantu meningkatkan kompetensi guru
yang berimbas pada perubahan kualitas belajar murid |
Pembiasaan budaya
positif disekolah, misalnya berdoa sebelum belajar, memgucapkan salam, saling
menghormati dapat menumbuhkan nilai positif bagi murid dalam hal belajar di
sekolah |
||
|
Modal Fisik |
Modal Linkungan/Alam |
Modal Finansial |
|||
|
Sarana dan prasarana yang memadai dapat menunjang
proses pembelajaran menjadi lebih efektif |
Lingkungan yang nyaman dan menyenangkan menjadi
penyemangat murid dalam belajar, sehingga lingkungan tersebut dapat
didgunakan sebagai sumber belajar. |
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat membantu
pengembangan program sekolah yang berdapak dan berpihak pada murid. |
|||
·
Berikan beberapa contoh bagaimana
materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya
selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.
Keterkaitan
Antar Materi:
Ø
Modul 1.1 Filosofi Ki Hajar Dewantara : Menuntun segala
kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan
setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Keterkaitan dengan modul 3.2 yaitu guru harus mampu mengelola dan menggali segala
sumber daya (aset/kekuatan) yang ada disekitar sekolah sesuai dengan kodrat
masing-masing murid.
Ø
Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak: Peran Guru
Penggerak :Berpihak pada murid, Mandiri, Kolaboratif, Inovatif, Reflektif.
Nilai guru Penggerak: Pemimpin pembelajaran, mewujudkan kepemimpinan murid.
Keterkaitan dengan modul 3.2 yaitu berdasarkan nilai dan peran guru penggerak
tersebut akan menjadi nilai positif yang dapat digunakan dalam mengelola Sumber
Daya (modal/aset) secara tepat, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Ø
Modul 1.3 Visi Guru Penggerak: Merancang Visi yang berpihak
pada murid dan merancang Prakarsa perubahan dengan Inquiry Apresiatif (IA) model
BAGJA. Keterkaitan dengan modul 3.2 adalah guru harus mampu mengidentifikasi
potensi/kekuatan yang dimiliki setiap murid agar dapat diberdayakan dalam
mencapai prakarsa perubahan.
Potensi/kekuatan yang dimiliki murid ini yang disebut sebagai modal/aset.
Ø
Modul 1.4 Budaya Positif: Budaya Positif di kelas/ Sekolah
perlu dilakukan agar dapat mendukung pembentukan karakter murid yang
diharapkan. Keterkaitan dengan modul 3.2 yaitu penerapan budaya positif
dikelas/sekolah guru harus memahami modal/aset yang dimiliki sehingga penerapan
budaya positif menjadi lebih optimal.
Ø
Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi: Dalam penerapan
pembelajaran berdiferensiasi guru dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dengan
memetakan kesiapan belajar murid, minat dan profil belajar murid. Keterkaitan
dengan modul 3.2 yaitu guru harus mampu mengidentifikasi potensi dan kekuatan
yang dimiliki murid agar dapat diberdayakan dan dimaksimal dalam prakarsa
perubahan. Potensi/kekuatan murid ini sebagai aset terbaik sekolah.
Ø
Modul 2.2 Keterampilan Sosial dan Emosional. Kompetensi
sosial emosional yang dimiliki guru dan murid menjadi pendukung dalam setiap
kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran. keterkaitan dengan modul 3.2
yaitu kompetensi / kemampuan guru dalam keterampilan sosial dan emosional untuk
mengontrol emosional saat mengelola sumber daya/aset dan pengambilan keputusan.
Ø
Modul 2.3 Coaching: Teknik, prinsip, dan langkah-langkah
coaching bisa dilakukan guru untuk menggali dan mengoptimalkan kemampuan/potensi
diri. Keterakaitan dengan modul 3.2 adalah coaching sangat diperlukan dalam
mengali masalah dan potensi murid untuk menemukan solusi dari masalah yang
dihadapi oleh murid terkait dengan permasalahan sumber daya/aset.
Ø
Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin
Pembelajaran : Dengan menerapkan konsep, paradigma dan nilai kebaikan bersama
serta penerapan 9 langkah pengambilan keputusan. Keterkaitan dengan modul 3.2
adalah pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan tepat dalam mengelola
sumber daya secara optimal dan setiap pengambilan keputusan harus berpihak pada
murid.
·
Ceritakan pula bagaimana hubungan
antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang
sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam
modul ini.
Sebelum Mengikuti Modul
Ini:
ü Masih
berfokus pada berpikir akan masalah/kekurangan yang saya miliki
ü Belum
sepenuhnya menemukenali aset/ kekuatan yang ada di sekitar sekolah
ü Berpikir
berbasis masalah/kekurangan
ü Belum
memahami tentang bagaimana cara atau pendekatan yang sesuai dalam memanfaatkan
aset yang ada.
Sesudah Mengikuti Modul
Ini:
ü Saya lebih
berfokus pada sumber daya yang ada disekitar
ü Saya
cenderung berpikir sumber daya apa yang bisa dikembangkan
ü Saya akan
melakukan pendekatan berpikir berbasis asset
ü Saya
semakin mantap menjadi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki
Setelah
mempelajari modul 3.2 ini pola pikir saya menjadi berubah yaitu rasa optimis
karena saya dapat memahami dan bagaimana mengelola sumber daya/aset yang ada
dengan pendekatan berbasis aset (Asset Based Approach). Saya juga dapat mengidentifkasi
aset atau modal yang dimiliki oleh sekolah,
sehingga dapat mewujudkan perubahan yang diinginkan terkait dengan
peningkatan kualitas pembelajaran. Saya dapat memanfaatkan 7 modal uatama/aset
yang meliputi modal manusia, finansial, lingkungan / alam, politik,fisik maupun
modal sosial, agama dan budaya dalam menunjang proses belajar bagi murid.
Komentar
Posting Komentar