Koneksi Antar Materi Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
Koneksi
Antar Materi Modul 3.3
Pengelolaan
Program yang Berdampak Positif pada Murid
Oleh:
Charles
Tujuan
Pembelajaran Khusus: CGP dapat melakukan koneksi antarmateri yang telah dipelajari dari
modul-modul sebelumnya untuk membuat sintesa pemahaman tentang program sekolah
yang berdampak pada murid.
Pertanyaan-pertanyaan yang dapat memandu saat
melakukan refleksi.
1.
Bagaimana
perasaan Anda setelah mempelajari modul ini?
Perasaan saya setelah mempelajari modul ini
adalah bangga dan senang. Bangga karena berkesempatan mempelajari modul ini yaitu
pengelolaan program yang berdampak positif pada murid dan senangnya bahwa dalam
merancang/menyusun program harus mempertimbangkan berbagai aspek seperti suara (voice),
pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) sehingga dapat
mewujudkan kepemimpinan murid (student agency).
2.
Apa
intisari yang Anda dapatkan dari modul ini?
Intisari
dari modul 3.3 tentang pengelolaan program yang berdampak positif pada murid
adalah bagaimana sekolah mampu mewujudkan kepemimpinan murid (student agency)
berdasarkan profil pelajar pancasila dengan memperhatikan lingkungan yang
menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dan pelibatan murid dalam
perencanaan/pelaksanaan program serta memperhatikan aspek suara (voice), pilihan
(choice), dan kepemilikan (ownership), sehingga program yang
disusun berdampak positif pada murid.
3.
Apa
keterkaitan antara modul ini dengan modul-modul sebelumnya?
Modul 1.1
Filosopi KHD
Filosopi KHD bahwa Pendidikan adalah proses menuntun tumbuhnya kodrat murid, sebagai pemimpin pembelajaran, pengelolaan program yang berdampak pada murid hendaknya bertujuan untuk menuntun tumbuhnya kodrat murid dengan merdeka belajar. Potensi dan suara murid dapat tergali dengan baik sehingga menumbuhkan rasa kepemilikan yang dapat mewujudkan kepemimpinan murid (student agency).
Modul 1.2
Nilai dan Peran Guru Penggerak
Sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus mampu mengimplentasikan nilai dan perannya dalam rangka menyusun program sekolah yang berpihak pada murid sehingga dapat mewujudkan kepemimpinan murid (student agency) dengan memperhatikan lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.
Modul 1.3
Visi Guru Penggerak
Bahwa visi guru penggerak harus sesuai dengan program sekolah yang berdampak positif pada murid dan dianalisis dengan model prakarsa perubahan model BAGJA untuk menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.
Modul 1.4
Budaya Positif
Pengelolaan program yang berpihak pada murid diharapkan dapat memberikan dampak positif dengan terwujudnya budaya positif di lingkungan kelas/sekolah.
Modul 2.1
Pembelajaran Berdiferensiasi
Bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat mengakomodasi kebutuhan belajar murid sesuai dengan kodratnya masing-masing. Program yang disusun harus berdampak positif bagi murid seuai dengan bakat dan minatnya sehingga menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.
Modul 2.2
Pembelajaran Sosial Emosional
Pembelajaran Sosial Emosional sangat penting diinstegrasikan dalam menyusun/merancang program sekolah yang berpihak pada murid untuk mengembalikan kesadaran penuh(mindfulness) dan kepemilikan murid (ownership).
Modul 2.3
Coaching untuk Supervisi Akademik
Bahwa proses coaching sangat penting dalam menggali potensi murid dengan berkolaborasi untuk melaksanakan program-program sekolah yang berdampak positif pada murid. Proses coaching mampu menemukenali segala kekuatan yang ada pada murid melalui aspek suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) sehingga menumbuhkembangkan kepemimpinan murid (student agency).
Modul 3.1 Pengambilan
Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan
Bahwa sebagai pemimpin pembelajaran dalam merancang/menyusun program-program yang berdampak positif pada murid harus dapat mengambil keputusan yang sesuai degan nilai-nilai kebajikan universal dan berorientasi pada menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.
Modul 3.2
Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Bahwa dalam pengelolaan program yang berdampak positif pada murid harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah secara optimal. Dalam menyusun/merancang program sekolah dilakukan dengan pendekatan berbasis aset (Asset Based Approach) sehingga program dapat terlaksana dengan baik dan menumbuhkan kepemilikan murid.
4. Setelah
melihat keterkaitan antara modul ini dengan modul-modul lainnya jelaskanlah
persefektif Anda tentang program yang berdampak positif pada murid. Bagaimana
seharusnya program-program atau kegiatan sekolah harus direncanakan,
dilaksanakan, dan dievaluasi agar program-program tersebut dapat berdampak
positif pada murid?
Bahwa dalam
merancang suatu program baik program intrakurikuler, kokurikeler, dan
ekstrakuriler harus memperhatikan lingkungan yang dapat menumbuhkembangkan
kepemimpinan murid, keterlibatan komunitas , dan mempertimbangkan aspek suara (voice),
pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) murid. Program
sekolah harus terencana dengan baik berdasarkan prinsip pengembangan komunitas
berbasis aset dalam rangka menumbuhkembangkan kepemimpinan murid (student
agency) sehingga berkarakter profil pelajar Pancasila.
Bagaimana program harus
direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi agar berdampak positif pada murid.
Program direncanakan dengan tujuan akhir ketercapaian kebermaknaan bagi murid
bernilai positif berbasis nilai-nilai kebajikan universal, resiliensi dan
menumbuhkan daya lenting murid. Dalam merancang sebuah program harus
mempertimbangkan lingkungan yang dapat menumbuhkembangkan kepemimpinan murid
dan memperhatikan aspek suara (voice), pilihan (choice), dan
kepemilikan (ownership) murid. Program yang direncanakan menggunakan
prakarsa perubahan model tahapan BAGJA, kemudian program dikembangkan dengan
prinsip pengembangkan komunitas berbasis aset (Asset Based Community
Development). Program dievaluasi menggunakan prinsip-prinsip coaching
dan pengambilan keputusan berbasis hasil akhir (End-Based Thinking).
Komentar
Posting Komentar